Anak 5 Tahun Alami Gangguan Jiwa Akibat Gadget

Gadget Jadi Penyebab Anak Usia 5 Tahun Di Jabar Alami Gangguan Jiwa

Kemajuan teknologi saat ini ternyata tidak hanya di nikmati oleh kaum milenial dan orang dewasa saja. Nyatanya, sudah banyak kita jumpai anak anak yang masih kecil bahkan belum mengenyam bangku pendidikan, sudah ikut menikmati penggunaan gadget sehari-hari.

Padahal, kemungkinan besar, Anak tersebut tidak tahu apa itu gadget dan fungsi utama nya. Mereka lebih banyak tahu gadget sebagai media hiburan yang berisi games, permainan permainan yang seru dan menyenangkan. Selain itu gadget di kenal dapat memperlihatkan hiburan hiburan yang menurut mereka menarik seperti tontonan yang ada di youtube dan lain lain.

Orang dewasa mungkin tahu dan bisa memahami sejarah, asal muasal bagaimana teknologi komunikasi kini bisa secanggih gadget. Lebih dari pada itu, orang dewasa dipandang mampu mengendalikan diri saat menggunakan handphone dengan pengetahuan dasar tersebut.

Lalu bagaimana dengan anak anak yang notabe nya tidak memahami esensi dari gadget?

Bagaimana saat mereka di hadapkan dengan situasi dan kondisi yang tidak mereka inginkan lalu tidak tahu bagaimana penyelesainnya?

Di Jawa Barat, fakta terbaru cukup mengejutkan bagi para orang tua di Indonesia. Sebab berdasarkan laporan dari Direktur Rumah Sakit Jiwa Jawa Barat Elly Marliyani, saat ini anak anak yang mengalami masalah kejiwaan akibat penggunaan gadget yang berlebih hingga kecanduan makin meluas. Jika dulu rentang usia anak yang mengalami masalah kejiwaan akibat kecanduan gadget di perkirakan pada usia 15 tahun, kini menjadi lebih parah dengan rentang usia 5 tahun sudah bisa mengalami masalah kejiwaan akibat kecanduan gadget.

Penyebab Anak Alami Masalah Jiwa Karena Gadget

Menurut Elly  Marliyani, kecanduan gadget (Gadget Addicted) awal mula dapat terjadi sebab orang tua yang memberikan akses gadget berlebih pada anak. Lambat laun hal itu membuat anak mengalami ketergantungan hingga menjadi emosional.

Kembali lagi pada fakta di mana anak berusia 5 tahun umumnya belum memiliki pengetahuan yang baik terkait apa itu gadget, dan juga belum mampu menghadapi permasalahan dengan baik.

Contohnya saat terjadi hal yang tidak di inginkan, lalu dia tidak bisa menemukan solusinya. Tentu dia akan merasa frustasi.

“Akibatnya temperamental dia tidak bisa mengendalikan emosinya. Ada kasus itu saat mati lampu, anaknya minta di cas HP-nya, malah mengamuk hancurkan pintu, hal tidak di duga” jelas Elly.

Oleh sebab itu, berdasarkan fakta tersebut, para orangtua kini harus segera berbenah sebelum anak mengalami kecanduan hingga mengalami masalah kejiwaan.

Keluarga memiliki peran yang sangat penting untuk mencegah sekaligus menindaklanjuti kasus kecanduan gawai pada anak. Perhatian harus di berikan lebih ekstra agar anak merasa di saying dan diperhatikan.

Kenalkan anak dengan berbagai permainan tradisional seru da menyenangkan. Ajak anak bersosialisasi dengan anak anak seusianya . Alihkan perhatian anak agar tidak selalu memikirkan gadget.

“Di awali pencegahan di awal jadi gadget itu kembalikan fungsinya apakah anak anak itu sudah harus pakai gadget. Sesuai usia harus di aktifkan bermain dengan teman, mainan tradisional” ujar Elly.

Hingga saat ini memang belum ada data resmi terkait jumlah penderita masalah kejiwaan akibat gadet, namun dirinya memastikan 1 dari 10 warga Jawa Barat alami masalah kejiwaan yakni depresi hingga kecanduan gadget.

Post Your Thoughts