Melalui program yang di sebut Agro Techno Park (ATP), Badan Tenaga Nuklir Nasional pun berhasil mengembangkan dua varietas unggul yakni Rojolele Srinar dan Srinuk padi lokal Rojolele yang di kembangkan dengan teknologi nuklir di Kabupaten Klaten Jawa Tengah.

Pemuliaan tanaman menggunakan teknologi nukrlir ini di katakan oleh Deputi Kepala Batan Bidang Sains dan Aplkasi Teknologi Nuklir, Efrizon Umar ,telah berhasil membuat usia panen padi menjadi lebih cepat serta dapat menghasilkan beras yang lebih pulen saat di masak menjadi nasi.

“Varietas ini memiliki umur panen lebih pendek yakni dari awalnya 165 hari menjadi 110 hari. Pengembangan padi dengan teknologi nuklir itu memiliki rasap pulen dan wangi “ ujar Efrizon

Dari kerjasama dengan Kabupaten Klaten dalam rangka memperbaiki varietas Rojolele ini, Efrizon merasa berhasil. Pasalnya kerjasama tersebut menghasilkan dua varietas yang anaknya dua bulan lalu sudah mendapat sertifikat kementerian pertanian.

Beras Berteknologi Nuklir Lebih Pulen Dan Cepat Panen?

Kerjasama Teknologi Di Bidang Pertanian

Penemuan ini pun di tuturkan oleh Efrizon sebagai salah satu solusi bagi para petani yang dapat mendapatkan keuntungan lebih dengan menanaam varietas padi unggul. Penghasilan petani akan meningkat setelah produktivitas padi yang ditanam meningkat dari 6 ton per hektar menjadi 10 ton per hektar.

Tidak serta merta di lepas langsung, Batan juga memberi pembinaan kepada ATP Polewali Mandar di Sulawesi Barat, ATP Klaten di Jawa Tengah serta ATP Musi Rawas di Sumatera Selatan terkait pemuliaan tanaman padi dengan teknologi nuklir tersebut.

Untuk penyebaran benih sendiri kepala badan perencanaan penelitian dan pengembangan daerah (Bappeda) Kabupaten Klaten SAuharna mengatakan bahwa pihaknya lah yang kaan menyiapkan benih varietas padi unggul tersebut sebelum di sebar ke masyarakat dan di tanam secara luas.

Padi varietas unggul ini memiliki umur panen yang cenderung lebih pendek di banding padi varietas lain sehingga tidak akan mudah roboh serta lebih tahan hama. Terutama di musim penghujan yang seringkali membuat padi terkena angina kencang dan gagal panen.

Varietas padi unggul ini diharapkan dapat segera di sebarkan kemasyarakat luas pada pertengahan tahun 2020.

Suharna pun juga berharap supaya kerja sama antara teknologi dan pertanian in dapat terus terjalin dan di lanjukan sehingga dapat memunculkan inovasi inovasi yang baru dan bermanfaat sebagaimana beras sehat inovasi teknologi nuklir

Post Your Thoughts