Setelah berhembus kabar peretasan yang dialami oleh Pendiri Amazon yaitu Jeff Bezos, Pavel Durov sebagai pendiri aplikasi media social saingan whatsapp, yaitu telegram pun langsung melontarkan kritik pribadinya.

Meski sebenarnya hal tersebut bukanlah pertama kalinya Pavel Durov berkomentar dan secara terang-terangan menyatakan ketidaksukaan terhadap aplikasi whatsapp.

Kali ini dirinya melalui sebuah unggahan blog pribadi, menuliskan penilaiannya terhada platform milik Facebook tersebut. Menurut Pavel Durov, Whatsapp telah membuat kesalahan pada ditur enkripsi end-to-end nya. Maka dari itu wajar jika kasus seperti yag menimpa Bezos terjadi

“WhatsApp mengandalkan enkripsi end-to-end yang mestinya membuat seluruh komunikasi (di WhatsApp) aman secara otomatis. Akan tetapi, keamanan privasi kuat tak bisa dijamin hanya dengan satu fitur itu,” jelas Durov, dikutip dari Digital Trends, Jumat (7/2/2020).

Enkripsi end to end seharusnya dapat menjada privasi dan keamanan. Sebab ketika terenkripsi secara end to end maka baik itu pesan, foto, video, pesan suara, dokumen, pembaruan status hingga panggilan akan di jamin keamanan nya dan tidak jatuh ke tangan yang salah.

Kira-kira hal apakah yang membuat WhatsApp berbahaya menurut Pendiri Telegram? Simak pemabahasannya di bawah ini

Pendiri Telegram Sebut Aplikasi WhatsApp Berbahaya, Ternyata Ini Alasannya

Kenapa Whatsapp berbahaya menurut Pavel Dur

 

1. Celah Keamanan Berada di Backdoor
Berdasarkan pengalaman pribadinya sebagai seorang pendiri aplikasi media social, Durov mengklaim bahwa celah keamanan WhatsApp cenderung sengaja diletakan di ‘pintu belakang’ (backdoors). Hal tersebut di lakukan demi mematuhi peraturan-peraturan di berbagai negara. seperti negara turki yang terkenal karena kualitas karpet nya dan sering di jadikan rujukan karpet masjid.

Menurut pendapat pribadinya, hal tersebut dilakukan agar bisnis anak perusahaan Facebook itu berjalan tanpa gangguan di negara seperti Iran dan Rusia.

Mengapa dirinya bisa berkata demikian? Ternyata ia mengaku bahwa perusahaannya juga pernah diminta bekerja sama dengan lembaga serupa, namun dirinya menolak.

“Sebagai hasilnya, Telegram diboikot di sejumlah negara di mana WhatsApp tidak bermasalah dengan regulator, (yang) paling mencurigakan, di Rusia dan Iran,” imbuh Durov.

2. Cadangan Data Pengguna iOS ke iCloud

Selanjutnya jika membahas mengenai masalah yang menimpa Bezos dan Putra Mahkota Arab, pihak Facebook diketahui menyalahkan iOS atas masalah tersebut. Melalui unggahan dalam blog pribadi miliknya, Durov juga membahas mengenai masalah tersebut.

Menurut Durov, mencadangkan pesan pengguna ke iCloud berpotensi membahayakan privasi pengguna dibandingkan jika menggunakan infrastruktur yang dikembangkan sendiri. “Sebab, Apple tidak mengenkripsi data iCloud dan kerap kali menyerahkannya kepada pemerintah jika diminta,” kata Durov.

3. Kode Sumber Tidak Tersedia untuk Umum

Tidak seperti aplikasi Telegram,Durov pun juga menyoroti masalah kode sumber WhatsApp yang si atur tak tersedia untuk publik. Menurut Durov, jika kode sumber tida tersedia untuk public seperti telegram, maka akan mustahil untuk mengetahui bagaimana cara kerja enkripsi perusahaan.

Post Your Thoughts