Mengingat dimasa kini teknologi makin maju dan berkembang, kebutuhan manusia pun makin menikat akan hal tersebut. Hal tersebut membuat banyak perusahaan teknologi terus berinovasi supaya bisa memenuhi kebutuhan pengguna. Salah satunya Google Duo  yang baru saja mengumumkan tambahan jumlah orang yang dapat menggunakan aplikasi ini dalam sekali panggilan video grup (group video call).

Selain itu, mengingat kondisi akibat pembatasan aktivitas yang diterapkan di banyak negara di tengah pandemik Covid-19. Google duo pun sadar bahwa panggilan video maupun telepon menjadi komunikasi andalan.

Namun tentu aktivitas beribadah yang biasa dilakukan dimasjid tidak biasa diatasi dengan cara online. tempat ibadah sepi, karpet masjid berdebu dan lain lain jadi fenomena tersendiri tahun ini.

“Kami menyadari panggilan group sangat penting saat ini. Jadi, kami menambah partisipan panggilan grup dari 8 menjadi 12 mulai sekarang,” kata Sanaz di akun Twitter Senior Director Product Google Sanaz Ahari , @sanazahari

Penambahan fitur tersebut dilakukan dari server, sehingga para pengguna tidak perlu melakukan pembaruan aplikasi terlebih dahulu.

Perlu diketahui, sekitar satu tahun yang lalu, Google Duo baru meluncurkan kemampuannya untuk menampung delapan orang sekaligus dalam satu grup. Apalagi ditahun-tahun sebelumnya, aplikasi ini hanya mampu mendukung empat orang.

Tingkatkan Performa, Google Duo Kini Dukung Group Video Call hingga 12 Orang

Tantangan Hadapi Berita Hoax

Sejak pandemi Covid-19, layanan panggilan video memang melonjak pemakaiannya di seluruh platform, tak terkecuali Facebook. Sebagaimana  diakui oleh CEO Facebook Mark Zuckerberg.

Dalam data yang dibagikan, hingga akhir pekan ini, lonjakan trafik group video call menggunakan Facebook Messenger mencapai lebih dari 70 persen. Sementara, waktu orang berada dalam group video call meningkat 2 kali lipat secara global.

Dikutip dari CNET, Kamis (26/3/2020), penggunaan fitur voice dan video call di WhatsApp juga meningkat 2 kali lipat dibandingkan tahun lalu, terutama saat masa merebaknya virus corona. Hal tersebut wajar saja mengingat kini banyak orang tinggal dirumah dan bosan untuk menghabiskan waktu selain berselancar di internet. Menghabiskan waktu rebahan diatas karpet ruang tamu.

Menyikapi hal tersebut, Facebook juga menghadapi tantangan dalam memerangi informasi palsu, hoaks, rumor, dan konspirasi terkait dengan virus ini. Sebab banyak seklai berita simkpang siur yang tidak benar dan beredar ditengah masyarakat.

Apalagi layanan Facebook menjadi sangat penting bagi pengguna di seluruh dunia untuk saling terhubung. Bahkan facebook menyebut jika layanannya juga banyak dipakai oleh pemimpin komunitas dan tenaga ahli kesehatan untuk membagikan informasi dan dukungan.

Adanya Peningkatan aktivitas di Facebook hingga kini  belum berdampak terhadap kemampuan perusahaan menangani lonjakan trafik. Meski begitu, Mark Zuckerberg mengklaim, perusahaan bersiap merespons jika trafik penggunaan meningkat lebih jauh.

“Kami berusaha memastikan, kami bisa tetap melayani pengguna. Saat ini wabah belum sampai puncaknya, kami perlu memastikan infrastrukturnya cukup kuat agar layanan bisa ditingkatkan saat situasi mendesak,” kata dia.

Post Your Thoughts