Belanja online kini telah menjadi gaya hidup kebanyakan masyarakat terutama di kota kota besar. Peminat dari segi konsumen terus bertambah, dari segi penjual pun tak berbeda jauh. Dalam bertransaksi  para pengguna dan juga pemilik merek harus waspada. Pasalnya, saat memilih tempat untuk pelanja, pembeli hanya bisa bergantung pada ulasan dari toko tersebut. sedangkan penjual akan fokus meningkatkan anggaran pada iklan dan juga aktivitas promosi.

Seperti yang sudah beberapa kali di takutkan, dunia daring memang tidak bisa sepenuhnya di percaya. Saat ini aplikasi Trojan terbaru bahkan mampu melancarkan aksi dengan cara meningkatkan pemasangan dan peringkat aplikasi belanja popular kemudian akan menyebarkan berbagai iklan yang tentunya mengganggu para penggunanya.

Trojan ini di juluki Shopper dan telah menarik perhatian para peneliti sejak pertama kali menyebar dan menyebabkan kebingungan akan penggunaan layanan aksesibilitas google. Layanan aksesibilitas google ini memungkinkan pengguna dapat mengatur suara yang dapat membacakan konten aplikasi dan juga mengotomatisasi interaksi antarmuka pengguna. Sejujurnya layanan ini memang di rancang khusus untuk membantu orang orang dengan disabilitas. Akan tetapi, ketika berada di tangan penjahat, fitur ini justru di manfaatkan untuk meraup keuntungan dan dapat menghadirkan ancaman serius bagi pemilik perangkatnya.

Wajib Waspada !! Trojan Baru Incar Maniak Belanja Online

Cara Kerja Trojan Shopper

Setelah mendapat izin untuk menggunakan layanan ini, malware pun dapat mendapat peluang tak terbatas untuk berinteraksi dengan system dan juga aplikasi. Hal yang menakutkan, malware ini dapat menangkap data yang di tampilkan pada layarm menekan tombol dan bahkan juga dapat meniru gerakan dari pengguna perangkat.

Hingga kini belum diketahui secara pasti bagaimana aplikasi berbahaya ini tersebar. Akan tetapi para peneliti Kaspersky berpendapat bahwa hal itu mungkin dapat di unduh oleh pemilik perangkat dari iklan palsu maupun toko aplikasi pihak ketika saat mencoba untuk mendapat aplikasi yang sah.

Agar tidak mudah di ketahui, aplikasi ini menyamar sebagai aplikasi system dan menggunakan ikon system bernama ConfigAPK agar dapat bersembunyi dari pengguna perangkat. Begitu layar kunci di nonaktifkan, aplikasi pun langsung mengumpulkan informasi mengeai perangkat korban dan selanjutnya megnirimkan ke server pelaku kejahatan siber

Adapun korban paling banyak yang terinfeksi oleh Trojan-Shopper ini adalah Rusia. Sebanyak 28,46% pengguna di pengaruhi oleh aplikasi shopaholic. Selanjutnya adalah Brasil sebanyak 18,70% dan India 14,23%.

“Sekarang fokus dari aplikasi berbahaya ini adalah ritel, tetapi dengan kemampuannya yang canggih, memungkinkan pelaku kejahatan siber untuk menyebarkan informasi palsu melalui akun media social pengguna dan platform lainnya. Misalnya, membagikan video dengan konten apapun yang diinginkan operator di belakang Shoppper pada halaman pribadi akun pengguna secara otomatis dan mungkin membagikan informasi tidak jelas di internet” terang Igor Golovin, seorang analisis malware di Kaspersky

Post Your Thoughts